UA-146709234-1
  • Melintas Batas

Banyak orang Kristen dan bahkan umat beragama manapun beranggapan bahwa pluralisme menggoyahkan pondasi doktrin dan keimanan agama. Itulah sebabnya pluralism adalah topic yang “HOT dan SEXY”. Boleh dilihat, tetapi tak boleh dipegang. Inginnya dijauhi, tetapi tetap dilirik! Hingga kini, pluralism dianggap topic yang controversial.


Suka atau tidak suka, pluralisme memang soal yang agak ribet, alias complicated. Ada pro-kontra dalam soal yang satu ini. Nah, Buku ini berisi cerita tentang pengalaman saya bercengkrama dengan suasana pro-kontra saat menggumuli isu nan sexy yang bernama pluralism. Bagi saya, menceritakan pengalaman saat bergumul dengan isu pluralism ini merupakan pendekatan yang menarik karena isu apapun, termasuk pluralism, tidak muncul dalam dunia yang vacuum, yang kosong melompong. Dalam isu apapun selalu terdapat konteks yang melatarbelakanginya. Ada konteks emosional, budaya, politik dan sebagainya yang melahirkan suka dan duka. Seperti orang berpacaran, kadang cinta, lain wakatu dinista. KAdang di cacimaki, lain waktu dipuji. KAdang “dicuekin”, lain waktu dipeluk erat. Mungkin perjuangan memang harus selalu begitu. Saya berharap, melalui metode membagi pengalaman seperti ini, topic pluralism lebih mudah dikunyah dan ditelan oleh siapa pun yang membaca buku ini.

Buku
ISBN
Penulis
Penerbit

Tulis ulasan

Silakan login atau mendaftar untuk memberikan ulasan

Melintas Batas

  • Rp45.000,-